Sabtu, 22 Maret 2014

gosh! i have just found my first short story :v

CERITA CINTA SMA

        sejak kejadian itu, dia mulai berubah tidak ramah dan acuh tak acuh kepadaku. dia tidak bilang kepadaku kenapa dia  bersikap demikian, tentu saja. aku merasa tidak enak, sangat tidak enak. kedekatan yang baru saja terjalin tiba-tiba hilang. dia memang datang, dan aku bahkan sangat terkejut dia benar-benar datang di hari ulang tahunku. kemudian ku tutup mataku kubiarkan diriku terlarut di malam yang dingin ini.
            dan keesokan harinya ketika sinar sang surya menembus kaca jendelaku. akupun terbangun. kumulai hariku dengan menyibak selimut dan pergi ke kamar mandi.  setelah selesai memakai seragam sekolahku, akupun pergi ke meja makan dan kemudian minum segelas susu cokelat hangat. setelah itu, kulangkahkan kakiku ke halaman dan mulai mengendarai sepeda motorku untuk pergi ke sekolah. ketika aku sedang menikmati sensasi luar biasa diterpa udara sejuk pagi hari yang selalu membuatku merasa layaknya seorang remaja sma, tiba-tiba.. tiiin…tinn…”ooiii sar,..” kudengar suara cowok di sampingku. ku buka kaca helmku ku lirik dia dan ternyata dera teman sekelasku sedang tersenyum kepadaku, kubalas senyumannya sambil berkata”tumben, der berangkat pagi”. “ia ni sar, soalnya piket”, sahut dera dari atas motor kawasakinya. akupun menutup kaca helmku dan mulai beradu kecepatan dengan dera. disekolah, ia masih bersikap acuh tak acuh kepadaku. dialah egar, cowok yang kukira akan menjadi sahabat terbaikku di sma ternyata berubah setelah yang kutahu kekasihnya mengirim pesan kepadaku lewat handphone dan meledak tanpa sebab kepadaku. aku tahu gadis itu hanya cemburu karena egar yang sempurna yang tak mungkin aku miliki tiba-tiba saja memiliki kedekatan dengan gadis lain. dan setelah itu yang kutahu hubungan egar dan kekasihnya semakin buruk, atau mungkin putus. itulah mungkin sebabnya kenapa egar berubah.
            “hei, sar!!” akupun terlonjak kaget dan terbangun dari lamunan panjangku. “ngapain sih di perpus sendirian ntar kesambet lho !!! ujar dera. “akh.. em.., ya bacalah ngapain lagi coba..??? sahutku. “iya aku tau, tapi ada ya orang baca tapi pikirannya malah kemana-mana, mendingan kita ke kantin yuk.” tiba-tiba saja dera sudah menarik lenganku dan menyeretku untuk menemaninya ke kantin.
            dera memang teman sekelasku, begitu pula egar. egar cowok dengan kulit putihnya, tinggi badannya yang jangkung, hidungnya yang luar biasa mancung, dan rambut landaknya yang mempesona. aku hampir yakin semua teman wanitaku pasti jatuh cinta padanya. tapi, dera sangat berbeda dia bermata sipit yang terkadang terkesan agak jahil, dan pembawaannya periang. sebenarnya ia adalah cowok yang tampan kalau saja ia sedikit agak rapi. tentu saja dengan potongan rambut yang acak-acakan, pakaian yang selalu tidak rapi, dan juga sepatu ardilesnya yang berdecit seperti tikus. tidak ada satu gadis pun yang akan tertarik dengan dera. sebenarnya bukannya sama sekali tidak ada. siska, cewek dengan kacamata minusnya yang super tebel dan rambut kepang duanya yang berponi sangat mengidolakan dera. gadis ini membuktikannya dengan cara mengirimi dera puisi cinta setiap hari. terkadang hal ini membuat aku benar-benar geli , tentu saja setiap siska berusaha memberikan puisi cintanya pada dera, dera akan langsung lari dan bersembunyi dimanapun yang dia kira aman dari siska.
            bel pulang pun berbunyi. seperti biasa dera akan belajar bersama di rumahku . ketika aku sedang melintasi pintu kelas bersama dera dan juga siswa lainnya. tiba-tiba aku melihat egar sedang mengobrol dengan temannya, yang sepertinya siswa kelas lain. tepat ketika egar sedang menoleh kearahku kurasakan ada sesuatu yang menarik lenganku. ternyata dera, sepertinya ia sengaja melakukannya. karana tentu saja tadi aku seperti orang bodoh yang mematung karena terpesona memandang egar. “ngapain sih, sar kamu merhatiin egar terus??”. tiba-tiba dera bertanya kepadaku. “eh.., gak apa-apa kok, der.” jawabku. “ jangan bilang kamu masih ngarep deket sama dia setelah dia udah mempermainkan kamu, sar??” ujar dera marah kepadaku. “ apa??? mempermainkan aku? maksud kamu apa sih, der?? ini semua tu salah aku, aku yang udah buat egar jauh dari aku.” jawabku. entah apa yang terjadi tiba-tiba saja dera meledak dan berkata “ udahlah, sar. terserah kamu aja !! aku udah capek dengerin keluh-kesah kamu tentang egar. asal kamu tau, sar. dia itu playboy, dia itu Cuma mau mempermainkan perasaan kamu aja!! aku heran kenapa sih kamu masih aja ngarepin dia. seandainya aja kamu tau sar, kalo aku tu sebenernya…,” dera menghentikan ucapannya.” aku….!!! udahlah lupain aja.” dera pun pergi meninggalkan aku sendiri dihalaman sekolah yang saat itu sudah mulai sepi. aku masih berdiri disana, aku sangat terkejut dan tidak menyangka pada apa yang baru saja terjadi. dera yang selalu riang gembira, tiba-tiba saja meledak tanpa ampun padaku.
            seminggu kemudian, dera sudah kembali riang seperti biasanya. sepertinya ia sudah memutuskan untuk melupakan kajadian itu. ia sudah ramah seperti biasa padaku, belajar bersama dirumahku, beradu kecepatan motor sebelum sampai disekolah, berburu buku dan kaset, dan berbagai aktifitas lainnya. entah mengapa menghabiskan waktu bersama dera jadi lebih menyenangkan setelah kejadian itu. bahkan karena hubungan kami yang begitu dekat ada beberapa teman yang mengira bahwa kami berpacaran. berpacaran dengan dera. “ oh… tidak!!” jerit batinku. tentu saja hal ini sangat membuat siska sang pemuja dera gusar. pernah suatu hari ia menanyakan langsung padaku apakah aku dan dera berpacaran. aku pun menanggapinya dengan sangat geli. “ enggak kok, sis. aku sama dera Cuma temenan aja.” tak kusangka kalimat pendek dariku itu bisa membuat siska lega dan girang setengah mati. tapi masalah egar,..??? sudahlah.., aku kan harus berkonsentrasi pada kegiatan amal yang baru saja aku rintis di sekolah. aku menjadi ketua dalam kegiatan ini. dan dera menjadi sekretarisku. entah kenapa bisa begitu??. tapi ini sudah menjadi keputusan para anggota jadi aku harus bisa menerimanya. hari-hariku sungguh di sibukkan dengan kegiatan ini. seperti hari ini misalnya, aku dan teman-teman sedang di sibukkan oleh kegiatan amal besar-besaran yang diadakan pihak sekolah dalam rangka hari ulang tahun sekolah. sekolah kami bekerjasama dengan badan amal provinsi untuk meminta sumbangan dari kelas-kekelas, dari satu sekolah ke sekolah yang lain, dan bahkan kami juga turun kejalanan unuk meminta sumbangan dari para pengendara sepeda motor. kegiatan ini sangat melelahkan, tapi selain itu kegiatan ini juga menyenangkan. aku dan teman-teman bukan hanya menyanyi untuk meminta sumbangan, tapi terkadang kami juga menari dan bahkan kami menggunakan alat musik untuk melakukan semua itu. hasil yang kami dapat akan di sumbangkan ke panti asuhan keseluruh daerah di provinsi. kegiatan ini akan berlangsung selama satu minggu.
            pada hari ketiga, tanpa ada suatu apapun yang mencurigakan tiba-tiba ada seseorang yang memanggilku. “sar,.. sara…” aku berbalik dan kulihat egar berlari sambil mengangkat satu tangannya kearahku. aku tersenyum dan berkata dalam hati “keren..!!”. “aku denger kamu ketua dari k.a.s ini ya??”. egar bertanya. k.a.s adalah singkatan dari kegiatan amal sekolah, yaitu kegiatan amal yang sedang kutekuni. “iya, gar..!” jawabku singkat. “ aku boleh gabung??? aku denger dari temen-temen katanya asyik juga ikut k.a.s” egar menjelaskan. “a…pa!! dia bilang apaa?? dia boleh gabung k.a.s  apa enggak!! ya,. ampun, gar…!! mimpi aja aku gak berani kamu bakal ikutan di k.a.s” ujar batinku girang. “oh,.. boleh kok, gar”. “ boleh banget!!”. aku menambahkan dalam hati. “tapi kamu harus daftar dulu sama dera, supaya nama kamu di data. dera sekretaris  k.a.s”  aku menjelaskan pada egar. “ oh,.. dera temen sekelas kita kan, sar.” “ aku denger juga dari temen-temen, katanya kamu baru aja jadian sama dera ya, sar. bener gak nih??” timpal egar seperti ingin memastikan. “ hah… apa?? aku sama dera jadian !! dapet berita dari mana, gar??
dera itu Cuma sahabat aku, gak lebih!!” jawabku spontan. tapi egar hanya tersenyum dan kemudian berkata “ yaudah makasih ya, sar.., dah !”. egar berlari meninggalkan aku. sepertinya ia hendak menemui dera di kantor k.a.s untuk mendaftarkan namanya.
            hari itu seperti biasanya, dera belajar bersama di rumahku. kami sedang menyelesaikan tugas matematika yang diberikan bu tami. tiba-tiba dera bertanya padaku ”ngapain sih, sar. kamu ngajak si egar buat ikutan kegiatan amal sekolah kita”. sambil menulis aku menjawab dengan santai “aku gak pernah ngajak egar buat ikut k.a.s, der. dia sendiri yang minta izin sama aku untuk jadi anggota k.a.s, lagian kan siapa aja boleh ikut gabung di k.a.s “. “ iya aku tau, sar. siapa aja boleh kecuali egar!!” dera agak membentakku. “kamu kenapa sih, der?? setiap ada suatu hal yang berhubungan dengan egar, kamu pasti langsung marah-marah gak jelas. sebenernya ada masalah apa sih antara kamu sama egar??”. aku membalas kalimat dari dera. tapi dera hanya diam dan kemudian mengalihkan pembicaraan. “aku pulang dulu ya, sar. udah sore nih. dera berkata sambil membereskan buku-bukunya. setelah itu ia langsung mengendarai motor kawasakinya dan pulang. tapi, aku merasa ada sesuatu yang ingin sekali ia sampaikan padaku. aku juga tidak tahu apa itu?? aku hanya tahu bahwa dera tidak mau mengatakannya.
            dalam perjalan pulang, tanpa sepengetahuanku dera bergelut dengan hati nuraninya. apakah ia harus mengkhianati persahabatannya denganku dan mengatakan bahwa ia mencintaiku??.atau apakah ia harus memendam perasaannya untuk mempertahankan persahabatannya denganku dan membiarkan egar mempermainkan perasaanku??. kepalanya sakit memikirkan semua itu. dan tanpa ia sadari sebuah truk melaju dengan sangat kencang dari arah depan dan menabraknya. dera terpental bersimbah darah dari atas motornya sejauh 100 meter dan tidak sadarkan diri.
            aku baru tahu bahwa dera mengalami kecelakaan satu jam setelah semua itu terjadi. tante rima, ibunda dari dera menelponku dan mengatakan bawa dera ada di rumah sakit. aku langsung menjatuhkan handphoneku, mengambil kunci motorku, dan langsung pergi ke rumah sakit tanpa memakai helm. sesampainya disana tante rima langsung memelukku erat, dan berkata “ dera..,sar. dera ditabrak truk sepulang dari rumah kamu. aku langsung terkejut setengah mati, perutku mulas, kepalaku pusing. dan yang bisa kulakukan saat itu adalah menangis. “kapala dera terbentur trotoar di bagian kiri, tangan kanan dan kedua kakinya patah, dokter bilang ini keajaiban karena dera bisa selamat”. tante rima menjelaskan padaku sambil terisak-isak.
            “tadi doker sudah bilang, kalau mereka gak sanggup menangani dera. dan sampai saat ini dera masih belum sadar. mereka bilang dera harus di kirim ke Singapura untuk menjalani pengobatan lebih intensif. saat ini dera Cuma di tanganin seadanya karena selain ketersediaan alat-alat operasi yang terbatas, dera perlu dokter yang benar-benar ahli. terutama untuk menangani tulang di kedua kaki dera. untuk itu kami semua sudah memutuskan akan memberangkatkan dera ke singapura dengan pesawat malam ini”. om setyo menjelaskan dengan ekspresi wajah yang sendu. “ om harap kamu mau menemani tante rima dan gian selama om ada di singapura”. “ saya siap, om. semoga semua operasi dera berjalan lancar ya, om”. jawabku masih menangis.
            malam itu aku melihat semua wajah di sekelilingku tampak murung, pucat, dan bahkan pesimis. sebelum di naikkan kedalam pesawat, untuk terakhir kalinya aku melihat wajah dera yang pucat seolah tidak berdarah. aku sama sekali tidak mengenali dera dengan keadaan yang seperti itu. bahkan tadi aku sempat mengira bahwa dokter membawa pasien yang salah. pesawat dera pun di berangkatkan, dengat tetesan air mata dan sejuta do’a kami semua melepas kepergiannya.
            pagi harinya, keadaan malah semakin memburuk. itu di karenakan tante rima yang tiba-tiba sakit. semua ini membuat aku dan gian, adik perempuan dera yang masih smp menjadi sangat kebingungan. seminggu kemudian semua menjadi normal dengan sembuhnya tante rima dari sakit demamnya. tapi, aku belum mendengar kabar apapun tentang dera dari om setyo. sekolah, sibuk dengan k.a.s, membantu gian mengerjakan tugas sekolah, merupakan serentetan kegiatanku selama di rumah dera. hingga pada suatu hari sebuah pengakuan dari gian membuat aku terkejut dan seolah ada sesuatu yang menyadarkanku bahwa apa yang dikatakan oleh gian memang benar adanya.
            hari itu aku baru saja selesai membantu gian mengarjakan tugas sekolahnya. “ kak, mau tau sesuatu tentang kak dera gak??”. tiba-tiba ia berkata. “emm,, tentang apa nih??”. aku menjawab. “ sebenernya kak dera gak suka aku bilang sama siapa-siapa tentang ini apalagi sama mama, tapi mungkin ini saat yang tepat buat kak sara tau yang sebenernya. aku mendengarkan gian dengan seksama dan saat gian mengatakan “ sebenernya kak dera sayang banget sama kak sara, bisa dibilang kak sara tu first love nya kak dera”. aku terkejut setengah mati mendengar pengakuan gian. saat itu juga wajah riang dera terlintas di benakku. senyumnya yang tanpa beban, perhatiannya padaku, bagaimana tidak sukanya ia ketika aku dekat dengan egar. astaga kenapa aku tidak pernah menyadari itu semua. sudah terlambatkah semuanya. “dera kenapa kamu gak pernah bilang sama aku” ujar batinku. tiba-tiba terlintas saat hari dera mengalami kecelakaan, saat itu aku merasa ia hendak mengatakan sesuatu padaku. ternyata akhirnya aku tahu apa yang ingin sekali ia sampaikan padaku. tapi sekarang dera tidak disini, ia sedang ada diantara hidup dan mati. tanpa terasa air mataku mengalir di kedua pipiku. ketika gian mengetahuinya ia langsung memelukku.
            keesokan harinya ketika aku hendak pergi kesekolah bersama gian, tante rima menerima telepon dari seseorang yang ternyata dari om setyo, ayah dera. aku dan gian lansung kembali kedalam rumah dan menghampiri tante rima yang sedang terisak dengan wajah pucat. sungguh aku tidak suka melihat ekspresi tante rima yang seperti itu. setelah tante rima menutup telepon. ia langsung pingsan tak sadarkan diri. tentu saja aku dan gian terkejut dan ketakutan. tepat pada saat itu ada suara seseorang pria didepan pintu. aku langsung berlari keluar dan menarik tangan orang asing itu tanpa melihat wajahnya dan kemudian memintanya untuk membopong tante rima kekamar. setelah tante rima sudah beristirahat tenang di kamarnya aku baru menyadari bahwa orang asing yang kumintai tolong adalah seseorang yang sangat ku kenal “egar !! ngapain kamu disini?? “. pekikku. “lho bukannya kamu yang narik aku kedalam  buat mindahin mamanya dera kekamar” . sahut egar.
“ haah,.”aku terkulai lemas disofa. bingung, malu, dan sekaligus gelisah karena saat itu sudah hampir jam 7, kalaupun aku pergi kesekolah mungkin masih sempat. tapi, siapa yang akan menjaga tante rima?? akhirnya aku memutuskan untuk izin dengan cara menelpn wali kelasku begitu juga dengan gian.tapi yang mambuatku heran adalah egar melakukan hal yang sama. akupun menduga-duga apa tujuan egar kamari. akhirnya akupun memutuskan untuk menanyakan hal ini padanya, “sebenernya ada perlu apa kamu kesini, gar??” tanyaku padanya. egar yang saat itu sedang menyeruput teh yang telah disediakan oleh gian tiba-tiba tersedak. sambil terbatuk-batuk ia menjawab “ ya mau nemuin kamulah, sar”. “ tapikan kita bisa ketemu di sekolah, gar”. sambungku.
            “aku tau, sar”. tapi kalo disekolah kamu kan gak pernah punya waktu sibuk sama k.a.s, ekskul, trus kegiatan yang laennya. belum lagi kamu selalu pulang lebih awal dari yang laennya kan. gimana aku bisa ngomong berdua sama kamu, sar . egar menjelaskan. aku hanya diam dan egar melenjutkan “ aku udah tiga kali kerumah kamu, sar”. sampe aku tau ternyata kamu tinggal dirumah dera buat nemenin adik dan mamanya dera. aku udah tau tentang dera. aku turut berduka cita, sar. lanjut egar. “langsung aja deh, gar.” sebenernya kamu mau ngomong apa sih??. aku berkata agak keras.
            “aku…., sayang sama kamu, sar”. aku mau kamu jadi pacar aku. aku pengen hubungan kita kayak dulu lagi. aku nyesel udah buat kamu jauh dari aku, sar. egar berkata sambil menggenggam tanganku. pengakuan dari gian, adik dera membuatku sungguh menyesal, tapi pengakuan dari egar sungguh membuat ku lebih menyesal. entah mengapa aku menyesal pernah berkata pada dera bahwa aku menyukai egar setelah aku tau dera mencintaiku dengan setulus hati.
            saat itu yang bisa kulakukan adalah menghempaskan genggaman egar dan berkata “ sorry, gar. aku gak bisa”. hanya itu yang bisa kukatakan pada egar setelah apa yang ia ungkapkan padaku. kemudian aku berlari kekamar gian yang juga merupakan kamarku, sepertinya egar hendak mengejarku.ia berhasil menarik lenganku. dan pada saat itu gian datang dan berdiri ditengah-tengah aku dan egar. “ maaf, kak. aku gak tau kakak siapa??. tapi sekarang kak sara lagi butuh istirahat”. gian berkata demikian dan kemudian membukakan pintu untuk mempersilakan egar pulang. akhirnya egar pun pulang.
            sekitar pukul 10 pagi penyebab tente rima pingsan akhirnya terkuak, sambil terisak tante rima menghampiri aku dan gian yang sedang menonton tv. “ kalian harus sabar ia,.”. “maksud tante apa??”. jawabku. tepat pada saat itu telepon rumah berdering. aku mengangkatnya dan terdengar suara om setyo dari singapura. “halo, ini sara ia??”. “iya om, .” jawabku riang. “ gimana keadaan dera, kapan dera pulang ??”. tapi, suara om setyo seperti terpekik kaget “ sara, kamu…!!”. “tunggu dulu, jangan bilang tante rima belum bilang apa-apa sama kamu dan gian..”. “tentang apa, om??”. jawabku semakin bingung. terdengar hembusan nafas om setyo yang panjang disambung dengan sebuah kalimat yang membuatku seolah menjadi gadis paling jahat didunia. “nyawa dera gak bisa diselamatkan lagi,. semua dokter sudah menyerah”. jenazah dera akan sampai di Indonesia malam ini. aku melepaskan peganganku dari gagang telepon, hatiku hancur. aku merasa semuanya telah berakhir. tante rima menghampiri dan kemudian memelukku. sedangkan gian sepertinya sudah menangkap apa yang terjadi ia masuk kedalam kamarnya dan kemudian menangis disana.
            malam itu, aku, gian, dan tante rima pergi kebandara untuk menanti kedatangan dera dan om setyo. ketika sebuah peti diturunkan dari sebuah pesawat dan kemudian disusul dengan om setyo. seolah langit merasakan apa yang kurasakan, tiba-tiba saja hujan turun dengan lebatnya. para petugas yang sedang menurunkan peti mati dera tiba-tiba lenyap entah kemana dan hanya menyisakan kabut putih yang dingin. dan ketika kulirik om setyo, tante rima, dan gian pun telah berubah menjadi kepulan asap. aku panik dan tidak percaya dengan apa yang kulihat, kemudian peti mati dera terbuka dengan sendirinya dan dari dalam peti muncullah dera dengan mengenakan pakaian serba putih, wajahnya pucat seperti tidak berdarah dan hal yang membuat aku menjerit panik adalah wajah dera yang tiba-tiba dipenuhi darah segar. dera menghampiriku. tapi aku berlari sambil menjerit, aku terantuk sesuatu dan terjatuh. dan saat itu tangan dera hampir menyentuh wajahku.
            “sar,, sara…!!” ku dengar dera memanggilku. kubuka mataku sambil menatap sekelilingku dengan panik dan saat itu kutemui sesosok wajah yang sangat aku kenal tapi ia tidak lagi berwajah pucat ataupun dipenuhi darah. aku langsung memeluk sosok itu dan ia mengatakan sesuatu padaku. “kamu mimpi, sar..”. aku melepas pelukanku dari dera dan mulai menceritakan semuanya pada dera. setelah sekitar satu jam aku bercerita sampai mulut dan kerongkonganku kering. “ kamu Cuma mimpi, sar..”. kamu inget kan kita tadi lagi ngerjain tugas matematika..”. akhirnya dera bersuara. “ jadi semuanya Cuma mimpi dan gak bener-bener kejadian kan..??” Tanyaku pada dera. “ semuanya Cuma mimpi, sar..”. “ kecuali satu….!!”. aku memandang dera dan kemudian tertawa. “huffft,.. udahlah der, ini semua gak lucu.. asal kamu tau,  aku ketakutan setengah mati karna hampir aja keilangan sahabat kayak kamu”. aku berkata sambil terus tertawa. “ sahabat, sar..” ucap dera. aku hendak membalasnya tapi ia malah melanjutkan. “sebenernya…. aku… aku… sayang sama kamu, sar..”. “ udah lama banget aku pengen ungkapin ini ke kamu.. tapi, kamu malah ngebahas tentang egar terus dan gak pernah kasih aku kesempatan untuk bilang ini ke kamu”. “ aku pengen kita gak Cuma sekedar jadi sahabat baik, sar..”. aku hanya diam karena sangat terkejut dengan pengakuan dera. terlebih lagi setelah apa yang baru saja aku alami dalam mimpi. “ ya udahlah, sar.. aku pulang dulu..”. “ maaf ia aku gak bisa jadi sahabat yang baik buat kamu..”. setelah membereskan buku-bukunya dera pun pulang. ketika baru saja dera melintasi teras depan rumahku. aku mengejarnya keluar kemudian menarik tanganya dari belakang. “ kamu mau ninggalin aku gitu aja, der. setelah apa yang udah aku alamin di dalem mimpi”. aku diam kemudian menghembuskan nafas panjang. “ aku gak mau keilangan kamu untuk yang kedua kalinya, der..”. “ dera, berbalik dan menghadap kearahku. ia menggenggam erat tanganku dan kemudian memendang kearahku. “ jadi, kamu mau jadi pacar aku, sar..??” Tanya dera padaku. “ akupun balik memandangnya dan mengangguk..”. sebagai jawabannya. dera tersenyum dan bersorak dan kemudian memelukku erat. “ aku akan jadi pacar yang paling baik buat kamu, sar..” .ucap dera masih memelukku. “
            pagi ini seperti biasanya dera akan menjemputku untuk pergi kesekolah. semenjak berpacaran dengan dera, aku tida lagi membawa sepeda motor kesekolah. desas-desus tentang statusku dan dera sudah menyebar luas di seluruh sekolah. tapi, kali ini aku menanggapinya dengan berkata “ eh.. iya bener kok..” atau “ tau dari mana..”. dan ternyata kabar ini pun telah sampai ke telinga siska, cewek pemuja dera. tapi kenyataannya siska sudah punya idola baru disekolah. iwan, cowok kutu buku yang memakai kacamata yang sama tebalnya dengan siska. dan dari berita hangat yang kudengar mereka berpacaran..!!!! . dan bicara soal egar. sepertinya ia tidak lagi sok jual mahal di depanku. kabar yang kudengar dari teman-teman egar baru saja putus dari cewek kelas lain bernama fira. dan akhirnya cerita cinta sma benar-benar telah usai, .. kurasa !!”. siang ini sepertinya dera akan kembali menantangku bermain basket. entah mengapa aku selalu menang melawannya. atau jangan-jangan ia memang pura-pura kalah dariku..!!”. tapi, itu kan tidak mungkin. sudahlah untuk apa aku memikirkan tentang itu.


Tamat..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar