Aku berbohong padamu. Aku mungkin tidak pernah berhenti berhitung. Hati terlalu egois untuk mengakuinya. Kita sepertinya sudah terlalu akrab dengan rasa rindu yang menyatu dengan hari bercampur haru dan telah terbiasa oleh cemburu yang terus memburu. Aku juga berbohong berkata telah berhenti menulis. Siapalah aku ini? hanya seorang pembohong diantara jutaan pembohong lainnya. Kita bahkan telah terlanjur akur membohongi rindu dan cemburu di tiap detik yang kita punya.
Kau adalah alasan mengapa aku menulis. Dan suatu hari nanti, dihari yang nanti nanti entah kapan itu. Kau mungkin akan menjadi satu-satunya alasan bagiku mengapa aku berhenti menulis. Ribuan terima kasih kucurahkan padamu sang kekasih. Karena tak pernah lelah untuk menunggu.
tidak butuh pemahaman untuk membaca tulisan2 disini.. anda hanya perlu membacanya :')! best regards, D
Kamis, 25 Februari 2016
Apakah kau?
Selasa, 09 Februari 2016
Rindu2
Aku bisa bertahan selamanya beratap dengan rasa rindu. Tapi bagaimana? bagaimana jika kenyataannya kau tak merindukan aku sama sekali.
Senin, 08 Februari 2016
Rindu
Kau pasti sudah tahu bahwa aku telah berhenti menghitung. Aku bosan dengan angka-angka. Aku muak tentang pembicaraan soal angka. Tapi kau harus tahu. Atau mungkin.. kau lebih baik tidak tahu saja. Aku sungguh-sungguh rindu. Aku bahkan mencari jawab apakah rindu ini nyata atau tidak. Aku menelusuri tapak demi tapak waktu yang kulewati untuk segera berpindah dari satu angka ke angka yang berikutnya. Aku memperhatikan pola-pola yang sama atau berbeda sama sekali setiap harinya. Aku menciptakan tanya tentang rindu. Dan kau tahu apa yang ku dapat? tidak, bukan sebuah pertemuan jawabnya. Hanya 1 rangkai kata yang sama denga sang tanya. Rindu.
Sabtu, 06 Februari 2016
Jumat, 05 Februari 2016
Kamis, 04 Februari 2016
Rabu, 03 Februari 2016
Selasa, 02 Februari 2016
Senin, 01 Februari 2016
1 februari
Halo 46! Sepertinya aku terlalu banyak bicara hari ini. Aku tidak suka. Rasanya aneh sekali. Aku tidak tahu pasti apakah orang2 suka mendengarkan atau tidak. Wah aku tidak sabar menanti perjalanan 12 februari. Sayangnya aku harus menapaki 11 hari lagi untuk sampai disana. Menyebalkan sekali ya? kau, terima kasih sudah menelpon. Aku senang sekali. Dan aku rindu. Kau baik-baik ya disana. Aku selalu menunggumu dengan baik disini.