Coba
pikir lagi
Dunia kampus..
hmm.. dunia kampus ya?
Setelah 2 semester ngerasain hiruk-pikuk dunia kampus, saya
akhirnya memahami kegembiraan, duka, ketakutan, dan juga peran sebagai
mahasiswa yang sedang menempati dunia kampus ini.
Well, dunia kampus itu jauuuuuh lebih luas dibandingkan dunia
sma. Yah walaupun terkadang terlintas rindu yang amat sangat pada masa putih
abu-abu.
Yuk kita mulai dari sini..
.SNMPTN
Jangan sedih buat temen2 yang tidak berhasil lolos pada jenis
yang satu ini. Yakin aja kalo kalian pasti punya peluang yang lebih baik di
universitas, fakultas, dan jurusan yang lain.
Well, kegagalan itu memang menyakitkan. Dan rasa sakit itu
emang buat sedih banget. Tapii..
Ingat 1 hal..
jangan nyerah J
Masih banyak kesempatan yang lain. Coba terus peluang yang
lain sampai kalian berhasil.
.SBMPTN
Nah ini..
Masih ada jenis test yang satu ini kok.
Lebih seru, menantang, dan..
Dan..
Menegangkan :v
Dan masih ada jenis2 yang lainnya juga..
Cukup untuk ngebahas masalah SNM, SBM apalagi melipir bahas masa
putih abu-abu.
Sekarang saya mau sedikit berbagi kata dengan tema ‘coba pikir
lagi’
Kecewa setelah gagal di tes yang pertama, kedua, ketiga
terkadang memang bikin nge-down. Gak jarang ujung-ujungnya temen-temen masuk ke
universitas atau jurusan yang bukan merupakan impian sejak awal dengan dalih
‘daripada ga kuliah’
Coba pikir lagi.
Mungkin di awal temen-temen mencoba untuk menikmati semuanya.
Mencoba mendalami semuanya. Mencoba menarik sebanyak mungkin kegembiraan yang
bisa temen-temen dapatkan dilingkungkan yang baru. Lingkungan kampus.
Tapi lambat laun, sebuah pertanyaan besar akan sering
terlintas di pikiran temen-temen ketika kesulitan datang semakin sering. Merasa
tidak sepaham dengan teman-teman sejurusan, tidak menyukai mata kuliah yang ada
dan temen-temen merasa semakin jauh dari apa yang dicita-citakan misalnya.
Pertanyaan itu akan terus berputar didalam kepala ‘apakah ini
yang benar-benar saya inginkan?’
Semua rasa ketidaknyamanan yang ada justru akan membuat nilai
IP atau IPK temen-temen tidak terlalu bagus.
Ada 2 kemungkinan yang bisa temen-temen lakukan kalau
seandainya hal ini terjadi,
1.
Memperjuangkan apa yang sudah teman-teman pilih
atau,
2.
Memperjuangkan apa yang teman2 ingankan (test
univ/jur lain)
2 kemungkinan tersebut masing2 memiliki sisi baik dan
buruknya.
Salah satu contoh Sisi baik dan buruknya adalah,
Jika temen-temen memperjuangkan apa yang sudah teman2 pilih:
1.
Temen2 pada akhirnya mampu menikmati semuanya
(baik)
2.
Temen2 semakin merasa tertekan dan hidup dalam
dunia mimpi (buruk)
Jika temen2 memperjuangkan apa yang temen2 inginkan:
1.
Temen2 mendapatkan apa yang diinginkan (baik)
2.
Temen2 menyesal karena menyadari apa yang temen2
inginkan ternyata bukan apa yang sesungguhnya dibutuhkan (buruk)
Coba pikir lagi..
Kalau kita kuliah semata-mata untuk mencari profesi
setelahnya. Betapa sempitnya pikiran kita ini ya..
Thomas alva Edison aja yang gak kuliah bisa sehebat itu :D
Bukan maksud bilang kuliah itu ga penting loh -_-
Profesi itu mungkin bisa dibilang hanya salah satu bagian yang
ada dalam hidup kita. Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa profesi mungkin
akan menentukan akan menjadi orang seperti apa kita ini.
Hmm.
Mungkin pertanyaan inilah yang harusnya ditanamkan ke pada
para mahasiswa harapan bangsa.
Bukannya ‘mau jadi apakah saya?’
Tetapi..
‘Mau jadi orang seperti apakah saya?’
Bukan ‘pemimpin dengan profesi apakah yang dibutuhkan oleh
bangsa ini?’
Melainkan,
‘pemimpin seperti apakah yang dibutuhkan oleh bangsa ini?’
Coba pikir lagi..