Aku hanya ingin kamu untukku. Menguasaimu seutuhnya. Alangkah rakusnya daku ini. Alangkah bodohnya daku ini. Lantas jika benar daku lakukan itu. Hal baik apa yang kelak akan kau ceritakan kepada anak-anak kita?
tidak butuh pemahaman untuk membaca tulisan2 disini.. anda hanya perlu membacanya :')! best regards, D
Selasa, 08 November 2016
Minggu, 06 November 2016
Bayangan
Cahayamu terlalu terang menyilaukan, hingga aku berubah menjadi bayangan hitam. Apakah aku salah?
Sabtu, 05 November 2016
Senin, 23 Mei 2016
Bagaimana rasanya?
Mboh bagaimana rasanya naik burung besi itu? Waah aku merasa norak sekali menanyakannya. Tapi aku sungguh penasaran bagaimana rasanya? Apakah rasanya seperti sungguh2 terbang? mboh sedang apa? tik tok tik tok aku menunggu lagi sejak setengah 4 sore ini. Kau pasti sedang mengukir pengalaman & belajar hal baru. Ah, saat sedang sibuk begitu rasanya aku ingin sibuk juga. Tapi, apa yang ingin aku sibukkan? mboh, selamat malam. Sampaikan salamku pada kota yogyakarta.
Minggu, 22 Mei 2016
Selamat mimpi indah
Itu adalah makanan terenak yang kumakan malam ini. Hari ini. Minggu ini. Baiklah kalau kau tidak suka menyebutnya dengan kata pamit. Aku akan menganggapnya sebagai 'investasi masa depan' :p
Selamat belajar mboh. Selamat mendapat pengalaman baru. Teman-teman baru. Cerita baru. Dan jenggot panjang yang baru -_- yaah, setidaknya kau akan mandi setiap sore dimulai dari hari esok ya mboh :p selamat untuk aku yang ditinggal pergi lagi. Dan kali ini dengan pesawat -_- selamat mimpi indah. Selamat mempersiapkan hari esok yang cerah. Sekali lagi. Selamat belajar. Aku akan baik-baik saja. Selalu. *Nguuuuunggg
Sabtu, 21 Mei 2016
Ayo naik kereta lagi
Mboh.. ayo kita tentukan tujuan, memesan 2 lembar tiket, dan menunggu di stasiun sambil menyelesaikan tugas rangkuman. Ayo kita naik kereta lagi. Ayo kita kebingungan lagi dimana stasiun pemberhentian kotabumi. Ayo mboh, aku ingin dengar lagi cerita tentang orang2mu yang tinggal disepanjang perjalanan kereta. Ayo kita makan menu yang sama lagi, pergi membeli snack, dan membuat kartu member alfamart lagi. Ayo kita naik angkot dengan supir bertubuh gemuk lagi. Ayo kita naik bus lagi. Aku ingin tidur didalam bus lagi ketika kamu salah mengirim sms. Ayo kita turun lagi dipemberhentian yang sama. Aku tidak akan mengeluh. Tidak lagi. Aku akan tetap menikmatinya sebagai kado ulang tahun yang ke 20. Aku akan mau merasakannya lagi. Ayo kita lakukan sebanyak 1000 kali lagi. Ayo kita naik kereta lagi. Tak apa dengan tujuan dan semua yg ada sama.
Jumat, 25 Maret 2016
Jika
Baiklah. Jika tak boleh hidup dalam harapan aku akan berhenti. Tak ada harapan. Hanya ada hari ini dan masa lalu. Tak ada esok.
Minggu, 20 Maret 2016
Bleeding
I am standing in a bridge. A dangerous bridge. I am seeing you with her. Talking each other. Laughing together. Sharing about your stories with her. You are asking about her activities. About her life. I am freezing. I am crying. I am bleeding. I am dying. There are only two choices. 1. Coming to you. 2. Or jumping to the river under the bridge. A river with a thousand rocks. Sharp rocks. But, at the end. Both of those choices send me to the broken heart. Deep sadness. Death. None is better. But i have to choose. And i decide to come to you. I decide to keep holding you. No matter how hurt it is. I am here to keep being with you. It's ok, baby. I am fine. Then we are fine. Let's continue our journey.
March.
Senin, 07 Maret 2016
Kamis, 25 Februari 2016
Apakah kau?
Aku berbohong padamu. Aku mungkin tidak pernah berhenti berhitung. Hati terlalu egois untuk mengakuinya. Kita sepertinya sudah terlalu akrab dengan rasa rindu yang menyatu dengan hari bercampur haru dan telah terbiasa oleh cemburu yang terus memburu. Aku juga berbohong berkata telah berhenti menulis. Siapalah aku ini? hanya seorang pembohong diantara jutaan pembohong lainnya. Kita bahkan telah terlanjur akur membohongi rindu dan cemburu di tiap detik yang kita punya.
Kau adalah alasan mengapa aku menulis. Dan suatu hari nanti, dihari yang nanti nanti entah kapan itu. Kau mungkin akan menjadi satu-satunya alasan bagiku mengapa aku berhenti menulis. Ribuan terima kasih kucurahkan padamu sang kekasih. Karena tak pernah lelah untuk menunggu.
Selasa, 09 Februari 2016
Rindu2
Aku bisa bertahan selamanya beratap dengan rasa rindu. Tapi bagaimana? bagaimana jika kenyataannya kau tak merindukan aku sama sekali.
Senin, 08 Februari 2016
Rindu
Kau pasti sudah tahu bahwa aku telah berhenti menghitung. Aku bosan dengan angka-angka. Aku muak tentang pembicaraan soal angka. Tapi kau harus tahu. Atau mungkin.. kau lebih baik tidak tahu saja. Aku sungguh-sungguh rindu. Aku bahkan mencari jawab apakah rindu ini nyata atau tidak. Aku menelusuri tapak demi tapak waktu yang kulewati untuk segera berpindah dari satu angka ke angka yang berikutnya. Aku memperhatikan pola-pola yang sama atau berbeda sama sekali setiap harinya. Aku menciptakan tanya tentang rindu. Dan kau tahu apa yang ku dapat? tidak, bukan sebuah pertemuan jawabnya. Hanya 1 rangkai kata yang sama denga sang tanya. Rindu.
Sabtu, 06 Februari 2016
Jumat, 05 Februari 2016
Kamis, 04 Februari 2016
Rabu, 03 Februari 2016
Selasa, 02 Februari 2016
Senin, 01 Februari 2016
1 februari
Halo 46! Sepertinya aku terlalu banyak bicara hari ini. Aku tidak suka. Rasanya aneh sekali. Aku tidak tahu pasti apakah orang2 suka mendengarkan atau tidak. Wah aku tidak sabar menanti perjalanan 12 februari. Sayangnya aku harus menapaki 11 hari lagi untuk sampai disana. Menyebalkan sekali ya? kau, terima kasih sudah menelpon. Aku senang sekali. Dan aku rindu. Kau baik-baik ya disana. Aku selalu menunggumu dengan baik disini.
Minggu, 31 Januari 2016
31 januari
Wah, hampir saja aku lupa untuk menyapa. Hai hai. Kau senang hari ini? aku tahu hujan turun dan langit mendung menggantung disana. Tapi kau pasti baik-baik sajakan? Apa kau sudah rindu aku? tidak, aku bersungguh-sungguh. Sudahkah kau rindu aku? baiklah. Aku hanya datang untuk menyapa. Selamat tidur 47.
Sabtu, 30 Januari 2016
30 januari
aku gembira karena januari hampir berakhir. Sayangnya dengan sangat cepat. Halo 48 aku menyapamu. Menanti kejutan-kejutan kecil menyenagkan yang akan datang kelak. Bergembiralah. Karena esok adalah akhir. Dan februari akan tiba dengan segera. Kau pasti lelah.
Jumat, 29 Januari 2016
29 januari
Halo 49! Aku penuh amarah & semangat yang membara sehingga dengan cepat membakar setiap kalori yang masuk kedalam perutku. Aah, bukankah aku sudah sangat terbiasa melakukan semuanya seorang diri? aaah, aku terlalu banyak menghela nafas akhir-akhir ini. Kau baik-baik ya. Sepertinya aku harus belajar menjadi cantik.
Kamis, 28 Januari 2016
28 januari
Aku tak bisa apa-apa. Kau juga lelah dengan aku? Diamkan saja aku. Jangan tanya dan bujuk aku. Pergi sajalah kau 50.
Rabu, 27 Januari 2016
27 januari
Kau pernah bilang bila berharap pada manusia maka kecewa yang akan kita dapat. Bagiku, apalagi yang bisa kulakukan selain berharap. Menunggu sembari merangkai mimpi untuk hari esok. Merangkai mimpi dan menunggu lagi. Merangkai mimpi, menunggu dan berharap. Jika tidak berharap maka aku tidak akan berani menatap langit biru. Karena di dalam harapan, selalu ada percaya. Dan disana, selalu tersimpan cinta.
Halo 51. Aku rindu.
Selasa, 26 Januari 2016
26 januari
Halo 52. Malam ini aku hampir tak sanggup membendung kerinduan. Rasanya ada yang menggedor berteriak didalam dada. Aku merasa bodoh dan sedih. Bodoh dengan nilai tanpa A yang bodoh itu. Teruntuk kau yang disana. Selamat malam.
Senin, 25 Januari 2016
25 januari
Entah dimana ujung jalan sebenarnya berada. Karena sepertinya, aku hanya berputar-putar. Melintasi jalan yang sama setiap harinya. Butuh berapa lama untuk sampai pada ujung jalan? dan, apa yang ada disana? apakah ada kebahagiaan yang tiada putusnya? selamat datang 53, kuatkan dirimu oke? Karena esok kau akan melintasi jalan yang sama (lagi).
Minggu, 24 Januari 2016
24 januari
Halo 54! selamat tanggal 24. 54 ditanggal 24 yang penuh kerinduan. Mungkin orang-orang benar, waktu memang bergulir sangat cepat. Mungkin mereka juga salah, karena waktu terasa cepat hanya ketika kita sudah melaluinya. Selangkah demi langkah.
Besok hari senin, dan aku sepertinya tak sanggup menghitung senin yang keberapa kau akan kembali hadir disini. Aku sudah memutuskan untuk menjalani tapak demi tapak tanpa melompat. Dan semoga semua janji yang kuucap tak hilang terbawa angin.
Sabtu, 23 Januari 2016
23 januari
Halo 55! hari ini menyenangkan. Tidak ada jangkrik juga burung2 yang menggoda dilangit. Hanya ada 55. Rasanya aku akan bertahan dengan baik. Kau juga ya?
Jumat, 22 Januari 2016
22 januari
Syukurlah kau baik saja 56. Aku masih sama rindunya ketika saat kau belum mengangkat kopermu. Ah, aku ingin merangkai sisa hari seperti sebuah rangkaian cerita dongeng. Tidak berlogika, namun menyenangkan. Tidak nyata, namun tidak ada yg tidak percaya. Karena cerita dongeng seperti sebuah rindu. Tidak berlogika & tidak nyata. Hanya sejumput rasa yang tidak bernyawa. Aah, apakah itu suara burung? 2 hari yang lalu jangkrik, dan sekarang burung? lihatlah, sekarang giliran burung2 dilangit yang menggodaku. Melantunkan lagu tentang kerinduan dimalam yang dingin & pekat.
Kamis, 21 Januari 2016
21 januari
Halo 57. Aku baik saja. Aku masih baik saja. Dan juga akan baik saja. Semoga aku sanggup untuk selalu bersyukur dan tidak menyerah. Hari ini menyenangkan, melegakan namun dibumbui dengan sedikit kekesalan.
Ah, kapan aku akan berhenti merasa marah? kapan kemarahan yang ada pada akhirnya akan menguap pergi untuk selamanya? kau baik-baik sajakan? apa kau sudah rindu aku? Aku sudah menahan diri untuk tidak menangis hari ini. Tetapi ketika kata demi kata keluar dan menjelma menjadi tulisan ini, aku tak bisa lagi membendung. Aku tidak ingin bertanya kapan kau akan kembali? karena jawabannya pastilah tidak menyenangkan bagi kita berdua. Selamat malam kau yang disana. Semoga Allah selalu menguatkan segala yang baik bagimu.
Rabu, 20 Januari 2016
20 januari
Malam ini tak ada suara jangkrik. Barangkali ada. Hanya saja aku tidak terlalu memperdulikannya. Dengungan sirine ribut menghiasi malam ini. Ribut, membuat telingaku sakit. Hiburan malam itu datang lagi kelingkunganku. Tapi aku tak tertarik. Mungkin jika saja aku mau melangkahkan kakiku kesana akan datang kegembiraan selevel es krim yang akan menutup kisah hari ini. Tapi akhir malam ini membuatku sedikit sedih. Angka 58 seperti akan berlangsung selamanya. Seolah ketika hitungan mundur selesai aku harus mulai menghitungnya dari awal lagi. Barangkali aku harus bangun lebih pagi esok. Memaksakan kakiku untuk lari lebih jauh dari hitungan yang seolah berlangsung selamanya.
Selasa, 19 Januari 2016
19 Januari
Ini baru hari pertama, tapi berat hati menjalani hari sulit untuk dibohongi. Aku mengunci kata rindu sampai saat ia menggedor kencang merengek untuk dilepaskan. Aah, kenapa aku jadi seperti ini ya. Begitu lemah tanpa kau disini. Masih ada 59 hari yang seperti ini. Dan yang benar saja aku sudah tak sebergairah ini. Hey, sudahkah kau minum obatmu malam ini? aku ingin tahu apakah disana ada suara jangkrik? karena ketika aku menulis ini, jangkrik menggodaku dengan lagu tentang kerinduan.