Pak, Bu, sore ini saya kelelahan. Lelah setelah menahan diri untuk tetap 'nampak' sebagai seorang guru.
Betapa lelahnya ya pak, Bu. Ketika hujan disiang ini turun dengan lebatnya, saya berniat untuk melepaskan kerja mengajar itu dengan alasan yang sangat bodoh. Karena hujan. Ding dong ding dong.. detak mendetak jam didinding. Jam 1 siang telah lewat namun hujan masih tetap mengguyur. Apakah Bapak & Ibu guru ingin tahu apa yang saya lakukan? Saya berpikir sekali dua kali tanpa benar-benar mengerti apa yang sedang saya pikirkan. Lalu, dengan mengenakan jas hujan hijau. Saya pergi mengajar dengan mengendarai sepeda motor. Pak, bu, guyuran hujan anehnya tak menyakiti saya. Sungguh aneh karena hujan siang ini tak membuat kaca helm saya kabur. Perjalanan nampak tak terasa sama sekali karena dengan cepat saya sudah tiba disana. Pak, bu, taukah kalian? ketika kaki saya melangkah masuk ke dalam ruangan, seorang siswa perempuan bertubuh kecil datang menghampiri saya dan kemudian mencium tangan saya. Sementara murid lain sibuk dengan kesibukannya masing-masingn mengerjakan pr matematika atau apalah. Pak, bu, beginikah rasanya ketika kehadiran kita tidak disambut hangat oleh semua murid kita. Mungkin saya harus lebih ceria dan terbuka dalam menyampaikan materi. Atau mungkin ini saatnya saya harus berhenti dan membaca berpuluh-puluh buku tentang menjadi guru yang baik.
tidak butuh pemahaman untuk membaca tulisan2 disini.. anda hanya perlu membacanya :')! best regards, D
Jumat, 04 Desember 2015
Kepada bapak & ibu guru
Selasa, 01 Desember 2015
Minggu, 29 November 2015
Rindu
Rindu. Lucu sekali cara ia bekerja. Menelusuk masuk kedalam dada. Mengumpat bolak balik didalam fikiran. Menciptakan senyum khayalan. Membayang. Ah.. andai rindu selalu punya jawaban, mungkin ia takkan se-spesial ini.
Minggu, 08 November 2015
Jumat, 30 Oktober 2015
Kung kung
Tulisan yang kujanjikan sedang dalam perjalanan. Aku mohon supaya kau sabar menunggu.
Aku sedang ingin mengukirnya sebaik mungkin. Seindah yang mampu kutuliskan. Ya. Kau benar. Aku si aku. Hei. Aku rindu. Menulis ini mungkin akan mengurangi sedikit kerinduan. Hanya sedikit. Tapi itu baik. Kau baik-baik sajakan? aku sedang ingin marah dengan baterai telepon genggammu. Tapi tak apa, ia hanya sepotong baterai. Tanpanya, kita masih bisa saling memikirkan satu sama lain. jauh lebih menenangkan dibanding sebuah status romantis di akun facebook. Maaf untuk 28 dan 29. Aku benci melakukannya, mengingatnya. Dan mengingatnya lagi. Maaf.
Minggu, 18 Oktober 2015
The day of me
Aku ingin segera pergi tidur. Terlelap dengan senyuman indah yang melambangkan betapa bahagianya aku hari ini. Kemudian bangun pukul 3 pagi dan menyelesaikan tugas2 yg menumpuk. Sayangnya, aku terlalu takut untuk menghilangkan bahkan sedikit saja memori yg terekam hari ini. Aku terlalu ciut untuk melupakan senyum seseorang yg tergambar jelas dibenak hari ini.
Aku berniat untuk menulis dalam bahasa inggris. Tapi rasanya jauh lebih sederhana mengungkapkan isi hati dengan menggunakan bahasa yg telah terpatri dalam diri selama 20 tahun.. perjalanan dengan kereta dimulai pukul 9 pagi. ular besi itu mengkung-kung dan bergoyang. Naik kereta rasanya seperti akan presentasi disebuah mata kuliah yang sulit. Berdebar-debar. Dan hanya menduga-duga bagaimana rasanya. Kereta bergerak. Dengan kau disampingku. Dan 2 orang laki2 tanggung dihadapan kita. kita mengobrol. Aku tidak menyadari suaraku terlalu keras. Kau mengingatkanku secara perlahan. Aku malu. Lalu mulai menurunkan volume suara. Aku ingin tidur. Tapi rasanya terlalu takut untuk kehilangan setiap moment didalam kereta. Setiap guncangannya. Setiap nada kung-kung. Sayup-sayup suara orang mengobrol. Setiap stasiun yang kita lewati. Kau punya agenda penting sekali hari ini. di organisasimu dikampus. Tapi kau memilih untuk mengisi hari ini bersamaku. Melakukan perjalanan kereta denganku. Bodohnya kita, pengalaman naik kereta untuk pertama kalinya membuat kita agak kebingungan. Pada akhirnya, kita memutuskan untuk bertanya pada petugas. Tidak bukan aku yang bertanya. Tetapi kau. Sekitar pukul 11 kereta berhenti. Kita turun di stasiun tujuan dan tidak tahu akan kembali dengan naik apa. kita mencari tempat untuk makan siang. Kita makan dengan lahap disebuah rumah makan pinggir jalan. Kita makan dengan lahap. Dan. Kau habiskan 2 piring nasi putih. Kita pergi kesebuah masjid. Sekitar pukul 1 sebelum pergi. Kita pergi ke alfamart. Untuk berbelanja camilan. Dan aku membuat kartu member. Aku masih menyimpannya sampai sekarang. Kita kembali dengan menaiki angkot. Dan kemudian lanjut menaiki bus. Kita duduk disisi sebelah kanan. Dengan aku yang ada di pemandangan dekat jendela. Kita menikmati perjalanan dengan bus. Aku tidak mabuk. Bukan karena freshcare. Tapi karenamu. Aku tertidur. Dan kau meminjam hpku. Yang esoknya aku tahu kau salah mengirim pesan. Kita sampai pukul 4. Pulang kerumah masing2 dengan jemputan masing-masing. Kau tahu? aku pulang dengan pengalaman baru. Dengan wawasan baru. Dengan kebahagiaan dan cerita yang baru. Malamnya kau datang. Dengan kue cokelat holland yang enak sekali dan sketsa wajah juga sebuah novel. Ah rasanya aku ingin mengajakmu pergi ke bulan april nanti. Aku mengucapkan terimakasih banyak. Untuk hadir. Untuk bertahan. Untuk tidak pernah menyerah. Untuk setiap cerita. Amarah. Tawa. Air mata. Kecewa. Wawasan. Kenangan. Senyuman. Bahagia. Terimakasih untuk memberikan segalanya.
maret, 24 2016
Senin, 31 Agustus 2015
DORAEMON
Motohiro Hata – Himawari No Yakusoku :
Himawari No Yakusoku. If you are interesting to know the meaning of this lyric, you may search it by yourself ok :') hehe
Jumat, 24 Juli 2015
Kata untuk kita
Aku suka dengan kedekatan kita. senang dan nyaman tertawa dengan kalian. Rasanya bahagia karna lucu sekali kita bisa bersama dengan segala perbedaan disetiap celah. Ingin sekali aku meminta pada Tuhan untuk memberiku lebih banyak orang-orang seperti kalian dalam hidup. Lebih dan lebih. supaya tidak ada lembar kosong yg hadir didalam buku diaryku setiap harinya. Aah kita sebut apakah kedekatan ini kawan? Aku ingin sekali menyebutnya sebagai 'persahabatan'. Sebuah kata yg sangaat indah setelah keluarga & cinta. Tapi aku merasa seperti murid sekolah dasar yang sangat polos ketika memikirkan sebutan itu. Lebih lagi, kata 'persahabatan' bisa menjadi sangat menyakitkan hati ketika salah satu dari kita mungkin akhirnya menemukan orang-orang baru dalam hidup. Menjadi enggan untuk sekedar menyapa 'hai' ataupun mengucapkan kata 'selamat ulang tahun' dihari spesial kita. Ketika akhirnya pendidikan, mimpi, cita-cita atau apalah namanya itu memaksa kita untuk saling mencari pengganti satu sama lain. Jarak dan kesibukan seolah menjadi tersangka utama atas berhentinya kebersamaan kita. Atau hey, mungkin kita sudah saling bosan satu sama lain. Atau memang.. orang-orang baru mungkin sangat jauh lebih menyenangkan. Maka, mari kita berhenti memikirkan kata itu. terlalu sakral bagi kita untuk menggunakannya. karena itulah kawan, sepertinya kata 'pertemanan' jauh lebih sederhana. Lebih kekal. Karena teman memang tidak akan pernah bisa selalu bersama-sama setiap waktu. Setiap tahun-tahun menuju kedewasaan. Maka marilah kita saling menyapa dan menghabiskan waktu sebagai 'teman'. Dan jika bertahun-tahun kemudian kalian mengingat bahwa kita adalah teman. Datanglah. Mari berkumpul kembali. Karena pertemanan tidak pernah mati karena urasan ini itu. Hey percayalah kawan. Kata ini jauh lebih tepat dibandingkan dengan kata yang sebelumnya. Mungkin ketika kau tengah benar-benar terluka, dan tak ada seorang pun yang mau mendengar tanpa menghakimi. Datanglah. Karena kita adalah teman. Karena kita dalam satu ikatan yang indah. Teman.
Kamis, 23 Juli 2015
It's only a piece of feeling
Apa yg kau permasalahkan itu hanyalah sepotong perasaan kawan. Dan ada begitu banyak macam perasaan yang pernah selalu dan akan hadir didalam diri manusia. Hanya karna kita bicara soal perasaan bukan pula berarti itu masalah rangkaian lima huruf yg kontroversial.
'Cinta'.
Minggu, 19 Juli 2015
peter pan
Sabtu, 06 Juni 2015
Jumat, 05 Juni 2015
Lone
It is just like.. sleeping all the day is a better choice to avoid a boring day with the crazy problems.
Like delaying is the best thing i have to do.
And it is hard enough to decide what i like. So, Probably i'll have other thing to do but sleeping. Oh c'mon, im bored. But i dont know what to do to kill that gloomy face.
Life is being so grey. Without yellow, blue, or red. And thinking about future just make me get mad. Haaah..
.Lone
Minggu, 31 Mei 2015
Being a girl
I ever told the world that 'being a girl is not that easy'. I mean, sometimes it is very difficult to be a girl. A happy girl. It is very complicated to be a girl. A friendly girl. We spent a lot of time to choose a lot of dresess just to attend our friend's wedding party. And you know what? We only come for about 10 minutes in that party. We never feel perfect. Never. Sometimes, when we see ourselves in a mirror, we feel too fat, too thin, too short, too black, too ugly, or too beautiful (:)). But we always happy being a girl. And i realize, being a girl is the most thing i really want in this world. But ya, i am a girl.
Senin, 25 Mei 2015
Bentuk yang lain
Warna awan memang selalu sama. Putih. Tanpa kita benar2 tahu kalau awan memang bewarna putih. Tapi kita mempercayainya. Kita meyakininya. Karena.. semua orang memiliki anggapan yang sama. Mungkin. Tapi kita harus memandang jeli, kalau ada hal yang jauh Lebih menarik dibandingkan warna. Bentuk. Ya, karena dalam hal ini, awan nampaknya tak pernah memiliki bentuk yang sama. Tidak. Seperti kita? Tidak. Karena kita buka benda mati. Karena awan tidak bernyawa. Karena kita adalah kita. Aku menulis ini dengan penuh keraguan. Dengan setumpuk ketakutan yang membayangi hari esok. Tapi aku bukan penakut. Bukan pula seorang pemberani. Aku hanya serupa seperti yang lain. Serupa, tapi tak pernah sama. Seperti bentuk2 awan putih dilangit. Nampak tanpa pijakan, mengapung, ringan. Ya, seperti awan2 dengan bentuk yg lain setiap saat. Nampak berbeda. Tetapi sebenarnya hanya ilusi.
Selasa, 19 Mei 2015
Dia
Hey. Dia menulis lagi malam ini. Kata demi kata yg ia tuliskan seperti air yang mengalir didalam pikiran. Seperti tidak ada batu-batu besar penghalang. Tidak ada hambatan. Seperti semua kata seolah memang ditakdirkan untuk ada disana. Ketika membaca tulisannya, aku merenung sesaat, bukan macam renungan kosong atau kebanyakan orang menyebutnya dengan kata 'melamun', tapi renungan yang seperti ada sebuah film pendek didalam pikiran. Oh ya benar, tentu kita menyebutnya dengan kata 'imajinasi'. Agak sedikit berlebihan mungkin, atau bisa dibilang terlalu dipaksakan. Tapi ketika menikmati kata demi kata yang ia tuliskan, aku seperti terjatuh dalam pada sebuah kisah negeri dongeng yang dulu sering sekali aku ceritakan, hadir, dan menjadi teman hari-hari menjadi orang dewasa yang membosankan. Entahlah, tapi ia.. Ia berhasil membuatku membawa kembali negeri dongeng itu. Lengkap dengan istana, pangeran berkuda putih, ibu peri, dan puteri cantik dengan gaun putih yang sungguh indah. Membawa kembali, dongeng-dongeng lama yang memang seharusnya tidak pernah terkuburkan.
