Kamis, 02 Oktober 2014

Tentang kita katakan aku



Ini seperti sebuah perjalanan panjang untuk menemukan sebuah rumah.
Yang padahal rumah tersebut selalu menjadi tempat untuk kembali.
Untuk berdamai dengan pikiran yang lelah.
Untuk berdialog dari hati ke hati dengan aku dan diriku.

Ini seperti sebuah pencarian tanpa batas.
Yang padahal hanya perlu tidak setengah tidur sehingga panca indera mampu terjaga sepanjang hari.
Sehingga kata dan gambar dalam kepala dapat terfokus.
Untuk aku bisa melampaui diriku.
Untuk aku sanggup menahan amarah dari setiap kegagalan.

Aku ingin katakan.
Bahwa ini juga seperti sebuah petualangan.
Ketika rasa takut datang jauh lebih sering dibanding gelak tawa.
Ketika kejutan selalu datang terlalu sering dibandingkan rutinitas.

Apapun itu.
Tidak pernah ada jalan untuk kembali pada 1 detik yang lalu.
Mungkin ada.
Tetapi hanya ketika kita mengarangnya dalam cerita dongeng.
Dan sayangnya lagi.
Cerita dongeng bukan hal yang ingin didengar oleh orang-orang.

Aku takut.
Aku marah.
Aku terluka.
Sama seperti manusia yang lainnya.

Tapi pada akhirnya.
Sebuah inti dapat ditarik dari semua omong kosong ini.
Seberapa pun takutnya aku.
Sebesar apapun marahnya aku.
Dan sedalam apapun terlukanya aku.
Toh, perjalanan ini masih berjalan.
Pencarian ini masih belum berhenti.
Dan petualangan ini belum sampai pada batas akhirnya.
Jadi apa yang harus disesalkan?

Tetap bermimpi.
Tetap berlatih rentangkan sayap di udara.
Tetap mengudara.
Aku akan sampai pada sebuah negeri dongeng yang kuciptakan sendiri.