Ini
seperti sebuah perjalanan panjang untuk menemukan sebuah rumah.
Yang
padahal rumah tersebut selalu menjadi tempat untuk kembali.
Untuk
berdamai dengan pikiran yang lelah.
Untuk
berdialog dari hati ke hati dengan aku dan diriku.
Ini
seperti sebuah pencarian tanpa batas.
Yang
padahal hanya perlu tidak setengah tidur sehingga panca indera mampu terjaga
sepanjang hari.
Sehingga
kata dan gambar dalam kepala dapat terfokus.
Untuk
aku bisa melampaui diriku.
Untuk
aku sanggup menahan amarah dari setiap kegagalan.
Aku
ingin katakan.
Bahwa
ini juga seperti sebuah petualangan.
Ketika
rasa takut datang jauh lebih sering dibanding gelak tawa.
Ketika
kejutan selalu datang terlalu sering dibandingkan rutinitas.
Apapun
itu.
Tidak
pernah ada jalan untuk kembali pada 1 detik yang lalu.
Mungkin
ada.
Tetapi
hanya ketika kita mengarangnya dalam cerita dongeng.
Dan
sayangnya lagi.
Cerita
dongeng bukan hal yang ingin didengar oleh orang-orang.
Aku
takut.
Aku
marah.
Aku
terluka.
Sama
seperti manusia yang lainnya.
Tapi
pada akhirnya.
Sebuah
inti dapat ditarik dari semua omong kosong ini.
Seberapa
pun takutnya aku.
Sebesar
apapun marahnya aku.
Dan
sedalam apapun terlukanya aku.
Toh,
perjalanan ini masih berjalan.
Pencarian
ini masih belum berhenti.
Dan
petualangan ini belum sampai pada batas akhirnya.
Jadi
apa yang harus disesalkan?
Tetap
bermimpi.
Tetap
berlatih rentangkan sayap di udara.
Tetap
mengudara.
Aku
akan sampai pada sebuah negeri dongeng yang kuciptakan sendiri.