well, it's my other short story
A SHINING STAR
“Kita harus berpisah”..
Kata-kata itu terus
terngiang ditelinga david.
Bagai bom yang
memecahkan gendang telinganya. David hanya diam tanpa bisa berkata-kata.
***
Sakit. Sakit sekali
rasanya kala itu.
David menghela
nafas.
Ia tahu. Ia harus
segera melupakan bintang. Gadis cantik yang telah mengisi hari-harnya selama
satu tahun.
David tertunduk,
meremas rambutnya, dan kemudian bangkit dari meja belajarnya.
“aku butuh udara segar” ujarnya
dalam hati.
David segera
mengunci pintu rumahnya, dan berjalan..
Berjalan kemanapun
kakinya hendak mengajaknya.
Disini di London,
tentu saja sangat berbeda dengan di Jakarta. David bisa berjalan santai tanpa
harus khawatir ada kendaraan yang akan menabraknya dari arah samping atau
belakang.
Setelah berjalan
cukup lama.
David memutuskan
untuk berhenti. Kakinya telah membawanya ke sebuah taman kota.
David terduduk di
sebuah bangku panjang. Berpikir tentang banyak hal. Ia masih sulit mempercayai
bagaimana ia bisa sampai disini, di London.
Pikirannya
mengembara dan kemudian berhenti pada ingatan beberapa tahun yang lalu.
Bintang, dengan
wajah ceria dan suara renyahnya pernah berkata padanya. “suatu hari nanti, aku
ingin pergi ke London. Berjalan-jalan di sekitar taman kota, memotret,
bersepeda dan melakukan banyak hal menyenangkan lainnya”.
David menatap mata
bintang lekat. Mata mereka bertemu. Jantung david seakan berhenti berdetak. Ia
masih tidak mengerti bagaimana gadis ini selalu membuatnya tidak bisa berkutik setiap
kali menatap matanya.
”excuse me.. may I sit beside you?” suara seorang gadis membuyarkan
lamunan david tentang bintang.
David hanya
tersenyum sebagai jawaban bahwa ia sama sekali tidak keberatan gadis itu duduk
di sampingnya.
Beberapa detik
kemudian..
“Hi, I’m Jessica” gadis itu
memperkenalkan diri.
“I’m david” balas davis seraya
menyambut uluran tangan Jessica.
Jessica gadis yang
periang, bermata cokelat, dan sepertinya gadis keturunan inggris asli.
Ia begitu cerewet,
dan hanya dalam waktu beberapa menit saja, ia sudah bisa akrab dengan david.
“umm, jes, I’m sorry. I have to go”
tiba-tiba david teringat sesuatu.
“oh.. why so soon?” Jessica mengeluh.
“there’s something I have to do now. Good bye, jes” ujar david.
“uhh, good bye david” Jessica menjawab.
David segera
berlari pulang.
Ia tidak menyangka
akan mengingatnya lagi. David memaki dirinya sendiri.
“oh.. why I’m so
stupid!”..
Ketika sudah sampai
dirumah. David segera membuka pintu dan berlari kedalam.
Ia masuk kedalam
kamarnya dan membongkar seluruh isi kamar. Mencari-cari benda yang sejak di
taman kota tadi sudah memenuhi isi kepalanya.
David mendongak
kedalam lemari pakaiannya, mengacak-acaknya dan ketika ia sudah sampai pada
bagian atas, ia tertegun.
Akhirnya ia
menemukannya.
Ia menemukan gelang
bintang itu.
Gelang yang sudah
di simpannya selama 3 tahun. Gelang yang menyimpan berjuta kenangan.
Kenangan ia dan
bintang..
Dan kenangan itu
telah membawanya kembali pada masa-masa SMAnya..
“Duk!”
“lihat-lihat dong!”
gadis itu tampak kesal. Ia terjatuh dan kertas yang dibawanya berserakan.
“loh! Salahmu
sendiri membawa kertas bertumpuk-tumpuk menutupi wajahmu! Sampai-sampai kau
tidak melihat ada orang di depanmu! Maen tabrak saja!” jawab david segera
bangkit.
“heh! Kau kan tahu
aku sedang membawa tumpukan kertas! Kenapa masih juga kau tabrak! Hah?!” gadis
itu semakin kesal.
Dan ia hampir
meledak melihat david berlalu begitu saja tanpa membantunya berdiri atau
membereskan kertas-kertas miliknya yang berserakan.
“Dasar kau orang bodoh!” gadis itu
mengumpat dan segera membereskan kertas-kertasnya.
Sepertinya tuhan
memang sudah merencanakan pertemuan demi pertemuan yang terjadi dalam hidup
manusia dengan sangat rapi dan penuh kejutan.
Karena keesokan
harinya, david dan gadis itu bertemu lagi.
“pagi semua..” miss ervina yang
cantik dan langsing memasuki ruang kelas XIIA5.
“hari ini kalian akan di ajar oleh
seorang guru yang usianya sama dengan kalian” lanjut miss ervina.
Seisi kelas tampak
bingung.
“dia sedang melakukan riset mengenai
sistem pengajaran di sekolah. Dan risetnya ini akan di ikut sertakan dalam
perlombaan nasional” miss ervina menjelaskan.
Hening.
“baiklah, ini dia guru baru kalian.
Bintang dari kelas XIIA4..” seru miss ervina.
Dan seorang gadis
pun memasuki ruang kelas. Cantik, bertubuh mungil, dan terlihat pintar.
David tercengang
menatap gadis itu.
Dia..
Dia gadis yang
menabraknya kemarin.
Atau lebih
tepatnya, gadis yang di tabraknya.
Bintang segera
menatap seluruh isi kelas. Menatap satu demi satu wajah.
Kemudian, sosok
david pun tertangkap olehnya. Bintang terbelalak sejenak. Dan kemudian
mengalihkan perhatiannya pada siswa lain.
David menelan
ludah.
“bintang, kamu sudah bisa mengajar
mulai hari ini. Selamat mengajar ya..” ucap miss ervina dengan senyum yang
mengembang.
“terima kasih, miss” jawab bintang.
Miss ervina
meninggalkan kelas dan bintang segera duduk di kursi guru.
Ia mulai mengabsen.
Sejak hari itu,
rasa kesal di hati david sudah hilang entah kemana.
Ia terus
memperhatikan bintang. Cara ia bicara, cara ia berjalan, cara ia menerangkan
mata pelajaran yang paling di benci david “bahasa inggris”.
David seolah
melihat malaikat.
Dan hari itu juga,
benih-benih cinta mulai tumbuh di hati david.
2 minggu setelah
bintang mengajar di kelas XIIA5.
Keanehan mulai
terjadi.
Kursi guru tempat
bintang duduk sering hilang entah kemana, meja guru di penuhi tinta spidol, dan
selalu ada permen karet yang menempel di balik penghapus.
Akhirnya bintang
menyadari, ada seseorang yang tidak menyukainya di kelas ini.
Maka ketika untuk
yang kesekian kalinya bintang menemukan mejanya dipenuhi dengan tinta.
Bintang sudah tidak
bisa menahan amarahnya.
Seperti sebuah bom
atom. Saat itu juga ia meledak.
Ia menghampiri
seseorang yang sudah lama ia tuduh sebagai tersangka dari semua kegilaan ini.
Seketika ia
menggebrak meja david dan dengan air mata yang berlinang.
Ia berteriak.
“aku tahu ini semua ulahmu!
Apa kau menganggap aku bodoh?!
Apa kau masih menyimpan rasa dendam padaku karena kejadian waktu
itu?!!..
Kau….”
Bintang terisak.
“Bodoh!” lanjutnya.
Dan ia segera
meninggalkan ruang kelas.
Seisi kelas menatap
kearah david.
Wajah david berubah
menjadi pucat. Seketika ia menjadi bisu dan tuli.
Tiga hari kemudian,
bintang kembali mengajar di kelas XIIA5.
Ia selalu
mengalihkan perhatian setiap kali matanya bertemu dengan mata david.
Merasa dikucilkan
seolah ia adalah tersangka pembunuhan kelas berat.
David akhirnya
berdiri dari kursinya dan berteriak lantang.
“Bukan aku yang melakukannya!”
bintang segera berhenti menulis dan seluruh siswa menatap tajam kearah david.
“aku berani bersumpah bukan akau
yang melakukannya!
Aku tidak tahu siapa yang melakukannya..
Tapi yang pasti bukan aku.
Aku tidak menganggapmu bodoh.
Kau adalah gadis paling pintar yang pernah aku temui”
Wajah bintang
memerah.
“aku tidakdendam padamu atas
kejadian beberapa waktu yang lalu.
Aku..
Aku menyukaimu!”
Seisi kelas
tercengang. Seruan-seruan mulai terdengar.
Sementara itu,
bintang membeku. Terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan david.
Ia tidak tahu harus
melakukan apa.
“kau.. bodoh!”
ucapnya pada david.
Dan ia segera pergi
meninggalkan kelas.
Setelah kejadian
itu, setiap kali bintang memasuki ruang kelas XIIA5 untuk mengajar.
Selalu ada sekuntum
mawar putih yang tergeletak di mejanya.
2 bulan berlalu.
Dan batas waktu mengajar untuk bintang akhirnya tiba.
“hari ini adalah hari terakhir aku
mngajar di kelas ini. Terima kasih atas kerja sama kalian.
Aku senang kalian tidak menganggapku sebagai guru, melainkan sebagai
teman.
Dan david, terima kasih untuk mawar-mawarmu”
Bintang
meninggalkan kelas dan seisi kelas mulai ribut menggoda david.
Saat itu david
tahu, ia punya kesempatan untuk lebih dekat dengan bintang.
Segala kebodohan yang dilakukan oleh
david untuk membuat bintang memperhatikannya, pada akhirnya berhasil membuat
hati bintang luluh.
Bagaimana tidak,
david selalu membawakan makan siang untuk bintang setiap kali bel istirahat
bordering, membawakan bintang mawar dan cokelat setiap pagi, dan mengirim surat
cinta 2 hari sekali.
Hingga pada suatu
siang sepulang sekolah.
David memutuskan
untuk segera menyatakan cintanya pada bintang.
Bel pulang akhirnya
berdering.
Secepat kilat david
keluar dari ruang kelas dan pergi mencari bintang. Untunglah dewi fortuna masih
berpihak padanya.
Ia melihat bintang
sudah berjalan menuju gerbang sekolah.
“bintang, Tunggu aku..” teriak david
seraya berlari menghampiri bintang.
Mendengar ada
seseorang yang memanggilnya, bintang segera berhenti dan mencari sumber suara.
“david, ada apa?” Tanya bintang.
“um..um..aku..aku..” david tergagap.
“ya?” bintang menanggapi.
“um, bisakah kita bicara di taman sekolah saja.
disini terlalu ramai dan bising” terang david.
“hmm, baiklah” bintang menanggapi.
Dan mereka pun
berjalan beriringan menuju taman sekolah.
Ketika sudah tiba
di taman sekolah, david segera mengungkapkan perasaannya.
“you’re a shining star. And I want
you to be a shining star in my heart, my days,
and my life”.
Bintang terkejut,
dia membisu dan kemudian tawanya meledak.
Kening david
berkerut. Dia kemudian berkata “bintang kau…”
“um maaf, aku.. aku hanya terkejut
david!
Bahasa inggrismu, sudah jauh lebih
baik!
Kau .. kau penuh dengan kejutan”
ucap bintang.
“bintang aku..”
mata mereka
bertemu.
Sambil tersenyum,
bintang berkata lembut,
“you’re a good person david.
Funny and..
So romantic.
If you want me to be a shining star
in your heart. I’ll be what you want”.
David tersenyum.
Perasaannya seolah
meledak-ledak,
“david! Kau mengerti maksudku?”
David tersenyum
nakal.
“Kau masih meragukan kemampuan bahasa inggrisku?”.
“tidak” bintang menggeleng dan
kemudian tergelak.
“baiklah. Boleh aku mengantarmu
pulang?” Tanya david.
“tentu” bintang menjawab.
Setelah hari itu,
mereka selalu bersama-sama.
Saling berbagi
cerita, keluh kesah, dan banyak hal lainnya.
1 tahun berlalu
dengan begitu cepat.
Dan ketika ujian
akhir berlalu. Bintang dilanda musibah besar yang mengguncang batinnya begitu
dahsyat.
Ayahnya meninggal
akibat kecelakaan mobil. Karena begitu sedih dengan kejadian tersebut. Ibunya
terserang stroke secara tiba-tiba.
Dan beberapa hari
setelah itu, kakak laki-laki semata wayangnya terlibat kasus narkoba.
Dan sekarang, keluarganya
jatuh miskin.
Dengan segala
musibah yang menimpanya itu, bintang berusaha untuk tetap tegar. Sebisa mungkin
ia menutupi keadaan keluarganya ini dari david.
Dan ketika malam
pesta kelulusan SMA mereka. Bintang tidak hadir karena harus mengurus ibunya di
rumah,
“kau dimana? Kenapa belum datang?”.
David akirnya
memutuskan untuk menghubungi ponsel bintang.
“um..aku..ada sesuatu hal. Jadi aku
tidak bisa datang, david” bintang menjawab.
“ada apa? Apa yang terjadi?” david
terus bertanya.
“aku..pamanku mengalami kecelakaan mobil dan aku sedang ada di rumah
sakit sekarang” bintang berbohong.
“apa? Kenapa kau tidak
memberitahuku? Kau ada di rumah sakit mana?
Aku akan pergi kesana sekarang
juga!” david mulai panik.
“tidak david! Kau tidak mengerti. Aku..”
Seketika bintang
mematikan ponselnya.
“halo? Bintang? Kau masih disana?
Halo?!” david tampak kesal.
Dalam kekesalannya,
tiba-tiba david melihat risma, sahabat karib bintang sedang mengobrol bersama
teman-teman yang lain.
David segera memanggil
risma.
“ris, risma..” david berlari
menghampiri risma.
“sebenarnya ada apa dengan bintang?”
Tanya david.
“apa?” risma terkejut dengan apa
yang ditanyakan oleh david.
“kau pasti tahu sesuatu. Akhir-akhir
ini ia tampak aneh. Selalu sibuk dan..
Ada apa sebenarnya?” david terus
mendesak.
Risma hanya diam.
Menatap david sejenak dan kemudian berkata,
“maaf david, aku mau ke toilet”.
Semuanya tampak
begitu membingungkan bagi david.
Sudah 3 hari sejak
pesta kelulusan itu ia tidak mendengar
kabar apapun dari bintang.
Nomor ponsel
bintang pun tidak bisa dihubungi.
Dihari keempat.
Akhirnya david memutuskan untuk berkunjung kerumah bintang.
Ia khawatir terjadi
sasuatu hal yang buruk padanya.
Namun ketika motor
kawasakinya sudah sampai disebuah rumah yang di tuju.
David terkejut.
Ada sebuah papan
bertuliskan “Rumah Ini Dijual” tepat dipintu gerbang rumah bintang.
***
David berjalan
lung;ai kedalam rumahnya, meletakkan helm, dan melempar kuncinya.
Ia terduduk disofa
dan meremas rambutnya.
Ia tidak bisa
mempercayai apa yang baru saja dilihatnya.
Dijual?
Ada apa?
Kepalanya pusing,
sekelilingnya seolah berputar.
David memutuskan
untuk masuk kedalam kamar dan membaringkan tubuhnya disana.
Beberapa detik
kemudian, david pun tertidur. Dan tengah malam, saat ponselnya berdering.
David akhirnya
terjaga dari tidurnya. Ada sebuah pesan masuk.
David membuka
sedikit matanya, dan membaca pesan tersebut.
“kita bertemu jam 3 tepat danau
besok
Bintang”
Mata david
terbelalak membaca nama yang tertera dibagian bawah pesan tersebut.
“bintang”.
Berkali-kali ia
membaca pesan tersebut. Seolah takut ada kata yang tidak terbaca olehnya.
Danau?
Ada apa?
***
Keesokan harinya,
ketika waktu baru saja menunjukkan pukul 1 siang. David sudah sampai ditempat
yang dimaksud oleh bintang.
“danau”.
Selama 2 jam ia
menunggu seraya berpikir apa yang sebenarnya terjadi.
Dan saat waktu
menunjukkan pukul 3 tepat.
Ada seseorang yang
memanggil david.
“david..”
David menoleh
mencari sumber suara.
“david, kau datang”
suara itu bergetar.
David kembali
menoleh dan menemukan bintang sedang berdiri tidak jauh darinya.
“bintang, kemana saja kau? Ada apa?
Apa kau baik-baik saja? Ada apa dengan
Rumahmu? Kenapa wajahmu terlihat
begitu pucat? Bintang?!”
Berjuta pertanyaan
david membuat air mata bintang jatuh membasahi pipinya.
“david, kita harus berpisah” ucap
bintang dengan suara bergetar.
“apa? Kenapa?” david terperanjat.
“kita harus berpisah” bintang
mengulangi kata-katanya.
Air mata semakin deras
membanjiri pipinya.
“bintang? Aku tidak mengerti?!”
pernyataan bintang nyaris membuat david gila.
“suatu saat kau akan mengerti. Kita
harus berpisah” bintang kembali mengulangi kata-katanya.
Bintang menatap
mata david sejenak dan kemudian pergi.
Ketika punggung
bintang sudah tak terlihat lagi. David jatuh berlutut.
Matanya nanar.
Hatinya begitu terluka.
Bagaimana mungkin,
bintang..
Semudah itukah..??
David mencoba
mengumpulkan sisa tenaganya untuk bangkit berdiri.
Ia hendak naik
keatas motornya ketika matanya tertuju pada
sebuah benda yang tergeletak diatas tanah.
David memperhatikan
benda itu dan mengambilnya.
Ternyata sebuah
gelang. Sebuah gelang dengan bentuk bintang di tengahnya.
Ia sangat mengenal itu.
Itu gelang milik
bintang!
***
2 bulan setelah
kejadian tak terduga didanau itu.
David pergi ke
London untuk melanjutkan studinya. Didalam perjalanan menuju London. David
terus menggenggam gelang berbentuk bintang itu.
Sesampainya di
London, david memutuskan untuk menempati rumah kosong yang dulunya adalah runah
milik kakek dan neneknya.
Ia segera
membereskan barang-barangnya. Dan meletakkan gelang berbentuk bintang itu
didalam lemari pakaiannya.
***
Gelang itu terus
tersimpan didalam lemari hingga hari ini.
Untuk yang kesekian
kalinya, david menghela nafas.
Ingatan tentang
bintang membuat luka dihatinya kembali terasa sakit. David menggenggam erat
gelang berbentuk bintang itu, dan membuangnya ke keranjang sampah.
Beberapa hari
kemudian saat david sedang duduk ditaman kota. Ia kembali bertemu dengan
Jessica, gadis keturunan inggris asli yang periang.
Begitu terkejutnya
david ketika mengetahui bahwa Jessica belajar dikampus yang sama dengannya.
“why I never saw you?” Jessica
protes.
“I don’t know. I think it happened
because our collage is too big..”
Mereka berdua
tertawa.
David suka
mengobrol dengan Jessica karena ia begitu mirip dengan bintang.
***
Disuatu sore yang
dingin. Kejutan kembali hadir dalam kehidupan david. Seseorang memanggilnya
saat ia sedang tergesa-gesa menuju rumahnya.
“david..”
David menoleh
kearah datangnya suara dan begitu terkejut.
“risma..”
Akhirnya mereka
memutuskan untuk mengobrol dikedai kopi tak jauh dari tempat mereka bertemu
tadi.
“apa yang kau lakukan disini, ris?”
Tanya david.
“jalan-jalan dan.. mengunjungi
seseorang” risma menjawab.
“seseorang? Kau punya keluarga
disini?” Tanya david lagi.
“tidak.. aku datang kemari untuk
mengunjungi sahabatku bintang..” terang risma.
Seketika david
tersedak.
“ap..a? mengunjungi siapa?!” david
terbelalak.
“bintang..” tegas risma.
David menghela
nafas dan terdiam.
“kau bodoh david. Bodoh sekali..”
risma memecah keheningan.
“aku? Kenapa?” Tanya david dengan
ekspresi wajah yang menyiratkan kebingungan.
“apa kau tahu alasan mengapa bintang
pergi menjauhimu?” Tanya risma.
“tidak” tegas david.
“karena itulah aku menyebut kau
bodoh” lanjut risma.
Suasana hening.
“ia sedang ditimpa banyak masalah
saat itu. ia tidak mau kau terlibat didalamnya.
Karena itulah ia memutuskan untuk
menjauh darimu” terang risma.
“ap..a?” david tergagap.
“ayahnya meninggal akibat kecelakaan
mobil, tiba-tiba ibunya terserang stroke,
Kakak laki-lakinya tersandung kasus
narkoba, dan keluarganya jatuh miskin.
Ia merahasiakan ini darimu. Ia
menyimpan semuanya sendiri. Ia begitu kuat.
Ia memang seorang bintang yang
dipenuhi oleh cahaya” risma mengakhiri ceritanya.
“kenapa kau tidak menceritakannya
padaku? Dipesta kelulusan itu, kau bahkan
Tidak mau menjawab pertanyaanku?!”
emosi david meluap-luap.
Risma diam sejenak.
Menunggu david agak sedikit tenang, dan kemudian menjawab,
“waktu itu aku tidak bisa david.
Bintang melarangku untuk memberitahumu.
Ia amat menyayangimu”.
Kalimat terakhir
yang terlontar dari mulut risma membuat jantung david berdetak begitu cepat.
“apa dia ada di London saat ini?”
Tanya david serak.
“apa?” risma tidak begitu mendengar
apa yang baru saja ditanyakan david.
“apa dia ada disini sekarang?” ulang
david.
“ap? Oh..maksudmu bintang. Tentu
saja. Ia sedang melanjutkan studinya. Kau pasti
Sudah tahu kalau London adalah kota
impiannya” risma menjawab.
Suasana hening.
“dan kau.. apa yang kau lakukan di
London?” risma memecah kesunyian.
“aku.. melanjutkan studiku” jawab
david singkat.
Kini giliran risma
yang tersedak.
“kau.. dan bintang. Bagaimana
mungkin kalian? Ya ampun” katanya dengan ekspresi seperti orang bodoh.
David tersenyum dan
kemudian menjawab,
“mungkin inilah saatnya takdir mempertemukan kami lagi”.
“jangan terlalu yakin” goda risma.
“memangnya kenapa?” Tanya david cepat.
“ia sedang dekat dengan pria asli inggris sekarang. Ketika pertama kali
bertemu,
Mereka sedang sama-sama patah hati” risma terkekeh.
“risma! Bagaimana kau…!” david mulai meledak.
Risma tergelak.
“baiklah, aku rasa kalian berdua
harus segera bertemu. Ya, sebelum semuanya
terlambat” ujar risma.
David melotot
mendengar kalimat terakhir risma.
“baik baik, aku berharap semua akan
baik-baik saja, jam berapa ini? Oh, david aku harus
Pergi sekarang. Bye..” risma
bergegas pergi meninggalkan kedai itu.
***
Perkataan david
benar. Karena pada minggu pagi. Takdir memang mempertemukan ia dan bintang
lagi. Tapi, tentu saja dengan kejutan yang benar-benar mengejutkan.
Pagi itu, semua orang sedang sibuk
mempersiapkan perayaan tahun baru untuk nanti malam.
Jalanan kota London
begitu ramai dilalui orang-orang yang sibuk berbelanja.
“come on, dav. Do you want accompany
me to buy some fishes?” ajak Jessica seraya menarik-narik lengan david.
“what? Fish? For what? Will you
throw it on the sky? You need fireworks, jes. Not fish!” david mencoba
berargumen.
“oh, come on, dav. It doesn’t
funny!” Jessica terus menyeret david.
Saat itulah takdir
tiba dengan begitu mengejutkan.
“duk!”
Seseorang menabrak
Jessica dan membuatnya terjatuh.
“oh, damn!” umpat Jessica.
“I’m sorry. Are you ok?” seorang
pria inggris mencoba membangunkan Jessica.
“what! Whether you…?!” Jessica menghentikan
kalimatnya.
Ia diam mematung
menatap pria inggris itu dan kemudian berbisik,
“Michael?”
Tanpa diduga, pria
inggris itu balas berbuisik,
Jessica?”
Pria inggris itu
mencoba meraih tangan Jessica dan kemudian memeluknya.
Melihat pria
inggris itu memeluk Jessica. David dipenuhi perasaan terkejut dan bingung.
Dalam
kebingungannya, david akhirnya menyadari bahwa pria inggris itu tidaklah
sendirian.ia sedang bersama seorang gadis yang sepertinya berasal dari
Indonesia.
David terus menatap
wajah gadis itu.
Jantungnya seolah
berhenti berdetak.
Bintang!
Gadis itu adalah
bintang!
Pria inggris itu
sedang bersma bintang!
Untuk beberapa saat
bintang tidak menyadari david sedang menatapnya penuh kerinduan.
Bintang hanya diam
mematung. Dan tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika teman kencannya
berpelukan dengan gadis lain.
Bintang akhirnya
mengalihkan perhatiannya dari dua orang yang sedang berpelukan itu.
Dan ketika ia
menatap kearah lain. Matanya menangkap wajah david.
Bintang terperanjat.
Ia berpikir bahwa ia sedang
berhalusinasi. Ia mencoba menutup matanya dan kemudian membukanya kembali.
Tetapi semakin lama sosok david justru semakin jelas dimatanya.
David sedang
berdiri tidak jauh darinya.
Dan ketika sosok
david memanggil namanya. Bintang akhirnya menyadari 1 hal,
“ia sedang tidak
berhalusinasi”.
“bintang..”
Tepat ketika david
memanggil namanya.
2 orang inggris
yang sejak tadi berpelukan. Akhirnya menyadari bahwa masing-masing dari mereka
tidak datang sendirian.
“um, Michael, this is my friend david.
David this is Michael” Jessica memecah keheningan.
Dan Michael, pria
inggris itu mencoba memperkenalkan bintang pada Jessica dan begitu pula
sebaliknya.
2 orang inggris itu
bicara tidak jelas pada david dan bintang yang sedang tenggelam dalam fikiran masing-masing.
Beberapa detik
kemudian, Michael dan Jessica pergi.
Meninggalkan david
dan bintang yang sudah 10 menit diam mematung.
Begitu menyadari
bahwa Michael dan Jessica sudah pergi sejak tadi. David dan bintang pun saling
salah tingkah.
“um..” david memecah keheningan
namun gagal.
Bintang menggaruk
kepalanya yang tidak gatal dan akhirnya memutuskan untuk pulang saja.
Bintang hendak
berbalik ketika ia mendengar david mencoba untuk mencegahnya.
“No. please don’t go..”
David tertunduk.
“please don’t go anymore..” lanjut
david.
“three years..” david berhenti dan
memutuskan untuk menggunakan bahasa Indonesia.
“ 3 tahun. Kita sudah berpisah
selama 3 tahun. Kumohon jangan pergi lagi” david terisak.
Bintang begitu
terkejut melihat david menangis.
Ini pertama kalinya
ia melihat david menangis.
“kenapa kau tidak pernah bilang?
Tentang masalahmu? Keluargamu? Kenapa kau
Malah memutuskan untuk meninggalkan
aku? Membiarkan aku patah hati? Kau..”
“david aku..” bintang akhirnya
bersuara,
“kau tidak harus menyimpan semuanya
sendiri” lanjut david.
Hening.
“dan.. bagaimana kau bisa sampai
disini? Ini London.. apa kau menumpang kereta
Untuk bisa sampai disini?” david
masih terisak.
“kau.. masih sama bodohnya seperti
dulu david” bintang tersenyum.
“aku.. aku bekerja selama 1 tahun
penuh. Aku tidak akan membiarkan mimpiku
terkubur” lanjut bintang.
“bintang kau memang a shining star”
david mencoba menghapus air matanya.
“a shining star?” jari-jari lembut
bintang menyentuh pipi david yang basah karena air mata.
“dan.. bagaimana orang-orang disini
menyebut namamu?
Apa mereka memanggilmu ‘star’?”.
Bintang tergelak.
“tidak! Mereka memanggilku tiny
(sangat kecil)”.
Tiba giliran david
yang tergelak.
“tidak lucu” dahi bintang berkerut.
“baiklah” david tersenyum.
“ohya, aku bertemu dengan risma
beberapa hari yang lalu. Ia mengatakan bahwa
Kau ada disini. Aku sangat terkejut
waktu itu” kata david.
“kau tahu aku ada disini dank au
berkencan dengan gadis inggris?!” ucap bintang curiga.
David kembali tergelak.
“kau tahu. Kurasa kita harus menemui
risma dan menceritakan apa yang sudah terjadi
Hari ini. Ia pasti akan tertawa
terpingkal-pingkal” kata david seraya menggenggam tangan bintang.