Hey. Dia menulis lagi malam ini. Kata demi kata yg ia tuliskan seperti air yang mengalir didalam pikiran. Seperti tidak ada batu-batu besar penghalang. Tidak ada hambatan. Seperti semua kata seolah memang ditakdirkan untuk ada disana. Ketika membaca tulisannya, aku merenung sesaat, bukan macam renungan kosong atau kebanyakan orang menyebutnya dengan kata 'melamun', tapi renungan yang seperti ada sebuah film pendek didalam pikiran. Oh ya benar, tentu kita menyebutnya dengan kata 'imajinasi'. Agak sedikit berlebihan mungkin, atau bisa dibilang terlalu dipaksakan. Tapi ketika menikmati kata demi kata yang ia tuliskan, aku seperti terjatuh dalam pada sebuah kisah negeri dongeng yang dulu sering sekali aku ceritakan, hadir, dan menjadi teman hari-hari menjadi orang dewasa yang membosankan. Entahlah, tapi ia.. Ia berhasil membuatku membawa kembali negeri dongeng itu. Lengkap dengan istana, pangeran berkuda putih, ibu peri, dan puteri cantik dengan gaun putih yang sungguh indah. Membawa kembali, dongeng-dongeng lama yang memang seharusnya tidak pernah terkuburkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar