Jumat, 22 Januari 2016

22 januari

Syukurlah kau baik saja 56. Aku masih sama rindunya ketika saat kau belum mengangkat kopermu. Ah, aku ingin merangkai sisa hari seperti sebuah rangkaian cerita dongeng. Tidak berlogika, namun menyenangkan. Tidak nyata, namun tidak ada yg tidak percaya. Karena cerita dongeng seperti sebuah rindu. Tidak berlogika & tidak nyata. Hanya sejumput rasa yang tidak bernyawa. Aah, apakah itu suara burung? 2 hari yang lalu jangkrik, dan sekarang burung? lihatlah, sekarang giliran burung2 dilangit yang menggodaku. Melantunkan lagu tentang kerinduan dimalam yang dingin & pekat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar