Aku berbohong padamu. Aku mungkin tidak pernah berhenti berhitung. Hati terlalu egois untuk mengakuinya. Kita sepertinya sudah terlalu akrab dengan rasa rindu yang menyatu dengan hari bercampur haru dan telah terbiasa oleh cemburu yang terus memburu. Aku juga berbohong berkata telah berhenti menulis. Siapalah aku ini? hanya seorang pembohong diantara jutaan pembohong lainnya. Kita bahkan telah terlanjur akur membohongi rindu dan cemburu di tiap detik yang kita punya.
Kau adalah alasan mengapa aku menulis. Dan suatu hari nanti, dihari yang nanti nanti entah kapan itu. Kau mungkin akan menjadi satu-satunya alasan bagiku mengapa aku berhenti menulis. Ribuan terima kasih kucurahkan padamu sang kekasih. Karena tak pernah lelah untuk menunggu.
tidak butuh pemahaman untuk membaca tulisan2 disini.. anda hanya perlu membacanya :')! best regards, D
Kamis, 25 Februari 2016
Apakah kau?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar